Sarana Berbagi Hidup Sehat Alami dan Islami

Purwoceng adalah tanaman legendaris yang dijadikan obat kuat oleh para raja atau kalangan istana di daerah Jawa. Nama ilmiahnya adalah Pimpinella alpina Kds. Tumbuhan ini biasanya ditemukan hidup pada ketinggian 2000 meter d.p.l. Wujudnya adalah semak kecil merambat di atas permukaan tanah seperti tumbuhan pegagan dan semanggi gunung. Daunnya kecil-kecil berwarna hijau kemerahan dengan diameter 1-3 cm. Dari berbagai penelitian yang dilakukan di dalam negeri dapat disimpulkan bahwa ada efek nyata dari tanaman purwoceng terhadap peningkatan kemampuan seksual.

BANYAK orang sudah membuktikan khasiat purwoceng. Antara lain penghilang sakit, penurun panas, antifungsi dan antibakteri. Namun, masyarakat umum mengenal purwoceng sebagai pemulih stamina, penambah gairah seksual serta penambah jumlah hormon testosteron dan spermatozoid.

Meski khasiatnya sebagai obat kuat sudah mulai terkenal hingga mancanegara, mungkin masih sedikit orang Indonesia yang familiar dengan tumbuhan satu ini. Bisa dimaklumi, pasalnya sampai saat ini, tanaman ini memang baru bisa ditemukan di daerah tertentu macam dataran tinggi Dieng, Jawa Tengah.Tumbuhan purwaceng juga membutuhkan lahan yang mengandung belerang.

Jadi, penasaran, nih, seperti apa purwaceng ini? Dilihat dari bentuknya, purwaceng mirip semak yang tumbuh liar di pinggir jalan. Akarnya biasa saja, tidak membungkah besar seperti ginseng. Daunnya tebal, kecil-kecil, bulat, dengan diameter 0,5 cm. Dia hidup bergerombol setinggi 20 cm-30 cm.

Di Dieng, kita cukup mudah menemukan purwaceng yang dijual sebagai salah satu penganan khas kawasan wisata ini. Hampir semua lapak penjual oleh-oleh di situ menjajakan purwaceng dalam berbagai bentuk produk olahan. Biasanya, selain dijual dalam kemasan dengan masih berbentuk akar, purwaceng juga ada yang sudah diracik dengan kopi atau susu.

Walaupun hanya bisa ditemukan di Dieng, hal itu tidak menyurutkan niat orang-orang menjajal khasiat purwaceng. Meski peminatnya lumayan banyak dan harganya tinggi, belum banyak penduduk Dieng yang tertarik bertanam purwaceng. Pasalnya, purwaceng termasuk jenis tanaman bandel. Kalau tidak telaten dan mahir memeliharanya, tanaman ini mudah sekali mati. “Dari semua yang ditanam, bisa jadi sampai 80% itu mati,” tambah Saroji. Makanya, pasokan purwaceng di Dieng pun tak banyak. Penasaran dengan khasiat purwoceng? [Pemesanan/ Pembelian Kapsul Herbal Alami Purwoceng – anda bisa pesan disini].

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: